Strategi Pendidikan Anak dalam Islam 

Strategi Pendidikan Anak dalam Islam 

Strategi Pendidikan Anak dalam Islam 

Strategi pendidikan mengandung pengertian rangkaian perilaku pendidikan yang tersusun secara terencana dan sistematis untuk menginformasikan, mentransformasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Islam, dengan adanya strategi ini menjadikan anak lebih terarah sehingga dapat membentuk kepribadian Muslim seutuhnya.

 

Strategi pendidikan yang dapat dilakukan dalam upaya pendidikan atau pembinaan akhlak anak terdapat beberapa strategi yang digunakan diantaranya adalah:

  1. Pendidikan Secara Langsung

Dengan mengadakan hubungan langsung secara pribadi maupun secara kekeluargaan antara orang tua dengan anak. Menurut Marimba, pendidikan secara langsung terdapat tiga macam yaitu:

  • Teladan

Tingkah laku orang tua atau seorang guru secara langsung ditiru oleh anaknya. Ketika orang tua mengajari perbuatan baik anak mengikuti perbuatan baik tersebut, tetapi jika anak diajari perbuatan jelek seorang anak juga menirunya sesuai apa yang diajarkan oleh orang tuanya

  • Anjuran

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa seorang anak yang telah mencapai usia tamyiz, maka hendaklah tidak dibiarkan meninggal kan thaharah dan shalat. Juga mulai di perintahkan berpuasa beberapa hari di bulan Ramadhan

  • Latihan

Orang tua ataupun guru harus selalu mengajari atau melatih anak untuk bertutur kata yang sopan, ramah, lembut dan santun, karena seorang anak mengikuti ucapan yang dilatih oleh orang tua maupun oleh gurunya.

  1. Pendidikan Secara Tidak Langsung

Pendidikan secara tidak langsung yaitu strategi pendidikan yang bersifat larangan atau pencegahan, penekanan. Strategi ini ada 4 macam, diantaranya adalah: 

  • Larangan

Larangan ini merupakan suatu perbuatan yang tidak pantas untuk dilakukan seperti mencuri, berkelahi dengan temannya, dan lain sebagainya.

  • Hukuman

Strategi hukuman ini merupakan suatu tindakan yang diberikan kepada anak yang secara sadar dan sengaja melakukan suatu kesalahan, sehingga dengan adanya hukuman ini anak muncul rasa penyesalan dan tidak melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Hukuman ini menghasilkan suatu kedisiplinan pada anak. Hukuman tidak sama dengan kekerasan.

  • Hadiah

Pemberian hadiah kepada anak tidak selalu berupa materi atau barang, tetapi pemberian hadiah ini juga bisa berupa anggukan dengan wajah yang berseri-seri, acungan jempol dan lain sebagainya, itu semua sudah termasuk hadiah yang mempunyai pengaruh sangat besar kepada anak

  • Pengawasan

Strategi ini digunakan untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena manusia tidaklah sempurna, jadi kemungkinan besar selalu melakukan kesalahan-kesalahan, penyimpangan-penyimpangan ini selalu ada.

 

Semoga Bermanfaat

———————————–

Aqiqah Brawijaya.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang Hubungi Kami :

0852-3226-0853

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *