Bolehkan Memakan Daging Kurban Sendiri

Bolehkan Memakan Daging Kurban Sendiri

Pertanyaan tentang hal aqiqah memang sangat banyak salah satunya Bolehkan Memakan Daging Kurban Sendiri. Pada dasarnya hukum melaksanakan ibadah kurban pada dasarnya adalah sunah muakkadah. Yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk muslim yang mampu untuk berkurban.

Namun, bagi orang yang telah bernazar akan berkurban, hukumnya menjadi wajib. Misalnya, telah bernazar akan berkurban jika mendapatkan kenaikan gaji.

Biasanya, setelah hewan kurban disembelih, selanjutnya dikuliti dan dipotong-potong menjadi banyak bagian. Setelahnya, daging kurban baru dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir dan miskin. Sedangkan Jatah untuk shohibul kurban atau orang yang berkurban terkadang juga diberikan.

Lantas, bagaimana hukum orang yang berkurban memakan daging kurbannya sendiri?

Pertanyaan terkait memakan daging hewan kurbannya sendiri, ada dua hukum berdasarkan pendapat para ulama fikih. Kedua hukum itu berkaitan dengan status ibadah kurban itu sendiri.

1. Kurban Sunah

Jika yang dilakukan adalah kurban sunah, orang yang berkurban boleh memakan daging hewan kurbannya. Di posisi ini, shohibul qurban justru disunnahkan untuk mengkonsumsi daging hewan yang dikurbankan. Jadi, para shohibul qurban boleh memakan sebagian dari daging kurbannya sendiri.

Hukum bolehnya memakan daging kurban sendiri ini selaras dengan firman Allah SWT di surah Al-Hajj ayat 36:

” Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi´ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj [22]: 36).

2. Kurban Wajib

Tetapi sebaliknya, dalam kurban wajib atau kurban yang dilaksanakan karena adanya nazar. Orang yang berkurban tersebut dilarang untuk memakan daging hewan kurbannya sendiri meskipun hanya sedikit.

Larangan itu juga berlaku bagi keluarga yang dinafkahi oleh shohibul qurban. Salah satu rujukannya dari penjelasan Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, ulama Mazhab Syafi’i, dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin yang artinya:

“Haram untuk mengonsumsi kurban dan hadiah yang wajib sebab nazar. Maksudnya, haram untuk orang yang berkurban dan memberi hadiah, mengonsumsi daging kurban dan hadiah yang wajib sebab nazar. Maka wajib menyedekahkan seluruhnya, termasuk juga tanduk dan kuku hewan. Jika ia mengonsumsi sebagian dari hewan tersebut, maka wajib untuk menggantinya dan diberikan pada orang fakir,” (Juz 2, hlm. 378).

Semoga Bermanfaat

———————————–

Untuk anda yang sedang mencari hewan yang baik untuk dijadikan aqiqah si buah hati tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang saja, anda tidak perlu khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu untuk memilihnya kambingnya sendiri. Sekarang ada Aqiahbrawijaya yang selalu siap membantu anda dalam menyiapakan keperluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang, bisa langung Hubungi Kami :

0852-3226-0853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *