Bolehkah Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya ?

Bolehkah Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya ?

Bolehkah Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya?. Setiap orangtua muslim pasti menginginkan setiap anaknya dapat diaqiqahi saat dia terlahir di dunia. Ini sejalan dengan sabda Nabi yang diriwayatkan dari sayidah ‘Aisyah. Nabi saw bersabda yang artinya:

“Anak digadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih dari hari ketujuh (kelahirannya) dan dipotong rambut kepalanya serta diberi nama”.

Pada dasarnya, sunnah melaksanakan aqiqahi anak yang belum baligh dibebankan kepada seorang ayah. Seorang ayah yang mengaqiqahi anaknya distatuskan seperti qurban untuk dirinya sendiri. Ibnu hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Kubro menjelaskan:

“Karena sesungguhnya seorang ayah dibebani dengan mengaqiqahi anaknya, maka mengaqikahi anak baginya seperti qurban untuk dirinya sendiri.”

Berdasarkan dalil di atas, seorang ayah mengaqiqahi anaknya hukumnya sama dengan menyembelih qurban untuk dirinya sendiri. Juga berlaku hukum qurban dalam aqiqah. Dengan demikian hukum bolehkah Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya adalah berikut:

Pertama, apabila kategorinya adalah aqiqah sunah seperti mengaqiqahi anak

Maka siapapun boleh memakan daging yang dibuat untuk aqiqah tersebut. Ini termasuk ayah dan ibu dari anak tersebut. Seperti halnya hukum dalam qurban sunah. Ibnu hajar al-Haitami dalam Fatawa al-Kubra menjelaskan:

“Dari ketentuan mengaqiqahi anak seperti berqurban untuk dirinya sendiri, maka diperbolehkan baginya (ayah) memakan daging aqikah tersebut. Seperti halnya diperbolehkan memakan daging qurban dari dirinya sendiri.”

Kedua, jika aqiqah tersebut adalah kewajiban yaitu berdasarkan nadzar,

Maka dia dan orang yang wajib dinafkahinya (termasuk ibu dari anak yang diaqikahi) dilarang memakan daging tersebut, seperti halnya dalam permasalahan qurban. Abu Bakar bin Muhammad Syatho al-Dimyati dalam karyanya I’anah al-Thalibin berpendapaat sebagai berikut

“Dan aqiqah yang wajib sebab nadzar maupun kesanggupan. itu seperti berkata “ Bagi alloh atasku, saya beraqikah dengan kambing ini” atau berkata “saya jadikan binatang ini sebagai aqikah dari anaku“. Maka menjadi wajib  dan tidak boleh sama sekali memakan binatang aqiqah tersebut.”

Ketiga, Jika aqiqah dari orang yang meninggal dunia berdasarkan wasiyat kepadanya,

Maka dia (orang yang diwasiati) dan orang-orang kaya dilarang memakan daging aqiqah tersebut, seperti hukum dalam qurban.

Ibnu Hajar al-Haitami dalam karyanya Tuhfah al-Muhtaj (juz.9, vol.369) menjelaskan Sebagai berikut:

“Apabila dia berqurban dari orang lain. Seperti halnya mayat yang berwasiyah kepadanya untuk berqurban atas nama dirinya simayat. Maka dia (orang yang diwasiati ) dan orang-orang kaya tidak boleh memakan daging tersebut. Imam Qaffal mengalasi sebab sesungguhnya qurban diperuntukan untuk si mayat, maka tidak halal memakan (bagi orang yang diwasiati dan orang kaya) kecuali dengan idzin, dan meminta izdin pasti sebuah udzur (tidak mungkin ).”

Wallahu A’lam.

Semoga Bermanfaat

———————————–

Untuk anda yang mencari hewan yang baik untuk dijadikan aqiqah sang buah hati tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang, anda tidak perlu khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu untuk datang langsung ke pasar hewan dan memilihnya sendiri. Sekarang ada Aqiahbrawijaya yang siap membantu anda dalam menyiapakan keprluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang, Hubungi Kami :

0852-3226-0853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *