Bolehkah Aqiqah di hari tua

Bolehkah Aqiqah di hari tua

Bagaimana jika kita anak telah mencapai usia balig dan belum aqiqah? Bolehkah Aqiqah di hari tua.

Salah satu dari hak anak setelah ia lahir dan belum mencapai usia balig adalah diaqiqahi oleh orang tuanya. Ibadah aqiqah ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran si anak.

Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad atau amat dianjurkan pengerjaannya, jika seorang muslim yang memiliki kemampuan dan kelapangan harta. Dalil dari kesunnahan aqiqah merujuk ke hadis yang diriwayatkan dari Salman bin Amir Addhobi. Dalam hadits itu, Salman bin Amir Addhobi berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabdayang artinya:

“Bersamaan lahirnya anak laki-laki itu ada aqiqah maka tumpahkanlah [penebus] darinya darah [sembelihan] dan bersihkan darinya kotoran [cukur rambutnya].” (H.R. Bukhari).

Selanjutnya, binatang yang disyariatkan untuk aqiqah adalah kambing. Bagi anak laki-laki, sebaiknya dengan 2 ekor kambing, sementara anak perempuan 1 ekor kambing.  Anjuran jumlah aqiqah ini ada di dalam hadis yang memuat sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Barang siapa yang ingin menyembelih untuk anaknya maka hendaknya ia menyembelih untuknya, Untuk anak laki-laki, dua kambing dan untuk anak perempuan, seekor kambing.” (H.R. Abu Daud).

Waktu Pelaksanaan Aqiqah di Hari Tua

Waktu paling ideal untuk pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ke -7 setelah kelahiran si anak. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (H.R. Ahmad).

Walaupun demikian, para ulama berpendapat jika orang tua tetap boleh mengaqiqahkan anaknya hingga mencapai usia balig. Yang artinya, meski aqiqah dilakukan setelah anak berusia lebih dari 7 hari tetap tidak hilang kesunahannya.

Tetapi, bagaimana jika anak sudah mencapai usia balig, namun belum sempat diakikahkan oleh orang tuanya?  Bolehkah Aqiqah di hari tua ?.

Maftukhan dalam tanya jawab bertajuk “Bolehkah Aqiqah di Usia Dewasa” di NU Online, menuliskan jika orang tua masih bersikeras ingin mengaqiqahkan anaknya yang sudah balig. Maka ia dapat memberikan uang kepada anaknya agar dipakai membeli hewan yang akan disembelih untuk aqiqahnya.

Hal ini dikarenakan kesunahan ibadah aqiqah bagi orang tua gugur setelah anak berusia balig. Selanjutnya, ketentuan aqiqah jatuh pada anak itu sendiri untuk mengaqiqahi dirinya. Dalil berdasar pada hadis berikut:

“Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri setelah ia diutus sebagai Nabi.” (H.R. Baihaqi).

Ini juga selaras dengan pendapat sejumlah ulama, seperti Muhammad bin Sirin, Imam Ahmad, serta Imam Atha dan Hasan Al-Bashri.

Semoga Bermanfaat

———————————–

Untuk anda yang mencari hewan yang baik untuk dijadikan aqiqah sang buah hati tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang, anda tidak perlu khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu untuk datang langsung ke pasar hewan dan memilihnya sendiri. Sekarang ada Aqiahbrawijaya yang siap membantu anda dalam menyiapakan keprluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang, Hubungi Kami :

0852-3226-0853

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *