Bolehkah Aqiqah Anak tapi Orang Tua Belum

Bolehkah Aqiqah Anak tapi Orang Tua Belum

Bagaimana jika Aqiqah anak tapi orang tua belum. Pada dasarnya hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi saw bersabda yang artinya:

”Setiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan aqiqahnya, dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Maksudnya adalah apabila seseorang tidak diaqiqahkan dan anak itu meninggal dalam masa anak-anak maka dia tidak akan memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.

Waktu pelakasanaan aqiqah adalah pada hari ke-7 setelah kelahirannya. Tetapi, jika orang tua belum memiliki kesanggupan untuk menagqiqahkannya pada hari itu, maka diperbolehkan mengaqiqahkannya pada hari ke-14, ke21, atau pada saat kapan pun ia memiliki kelapangan rezeki. Hal ini sebagaimana makna dari pendapat para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali bahwa sembelihan untuk aqiqah bisa dilakukan sebelum atau setelah hari ketujuh.

Pertanggung jawaban melakukan aqiqah ini adalah untuk ayah dari bayi, namun para ulama berbeda pendapat apabila yang melakukannya selain ayahnya yaitu sebagai berikut:

1. Para ulama Syafi’i berpendapat jika sunnah ini dibebankan kepada orang yang menanggung nafkah dari si bayi tersebut.

2. Para ulama Hambali dan Maliki berpendapat bahwa tidak diperkenankan seseorang mengaqiqahkan kecuali ayahnya. Tidak dieperbolehkan juga seorang yang dilahirkan mengaqiqahkan dirinya sendiri walaupun dia sudah besar. Ini  dikarenakan menurut syariat bahwa aqiqah ini adalah kewajiban ayah dan tidak bisa dilakukan oleh selainnya.

3. Sekelompok ulama Hambali berpendapat bahwa boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri sebagai suatu yang disunnahkan. Pelaksanaan aqiqah tidak mesti dilakukan saat masih kecil dan seorang ayah boleh mengaqiqahkan anak yang terlahir walaupun anak itu sudah baligh, karena tidak ada batas waktu maksimalnya. dari (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV hal 2748)

Lalu Bolehkah Aqiqah Anak tapi Orang Tua Belum

Dari pendapat para ulama diatas, maka dapat disimpulkan bahwa mengaqiqahkan anaknya yang baru dilahirkan lebih diutamakan daripada mengaqiqahkan dirinya sendiri, Hal itu dikarenakan :

1. Tanggung jawab melaksanaka aqiqah sebenarnya dibebankan kepada ayah dari anak yang baru dilahirkan bukan dibebankan kepada anak itu sendiri.

2. Pelaksanaan aqiqah merupakan hak seorang anak terhadap ayahnya.

3. Sunnahbagi seorang ayah mengaqiqahkan anaknya merupakan kesepakatan para ulama. Sedangkan seorang anak yang mengaqiqahkan dirinya sendiri masih menjadi permasalahan yang diperselisihkan. Dalam hal ini, berpegang terhadap sesuatu yang sudah diyakini lebih diutamakan daripada sesuatu yang masih diragukan.

4. Apabila setelah dia melakukan aqiqah anaknya kemudian dia mengaqiqahkan dirinya sendiri yang pada asalnya adalah tanggung jawab ayahnya. Maka hal ini bisa dianggap sebagai kerja sama dalam hal takwa dan kebajikan .

Dapat disimpulkan dari permasalah bolehkah aqiqah anak tapi orang tua belum, dapat dijelaska diatas bahwa diutamakan untuk mengaqiqahkan anak dahulu. Jika setelah mengaqiqahkan anak lalu setelah itu mengaqiqahkan dirinya sendiri akan lebih dianjurkan.

Semoga Bermanfaat

———————————–

Untuk bapak dan ibu yang mencari kambing yang baik untuk dijadikan aqiqah si buah hati tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang, anda tidak perlu lagi khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu luang untuk memilihnya sendiri. Sekarang ada kami, Aqiahbrawijaya yang siap membantu bapak dan ibu dalam menyiapakan keperluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Untuk Informasi Pemesanan Hubungi Kami di nomor WA 0852-3226-0853

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *