Apakah Aqiqah Wajib atau Sunnah ?

Apakah Aqiqah Wajib atau Sunnah ?

Bagaimana hukum Aqiqah? Apakah Aqiqah Wajib atau Sunnah ?

Dalam Islam, orangtua dianjurkan untuk mengaqiqahkan putra dan putrinya, dengan cara menyembelih kambing. Aqiqah sendiri merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Beberapa dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah hadits Rasulullah SAW yang artinya “ Setiap anak tertuntut dengan Aqiqahnya”. Jumlah hewan yang perlu disembelih adalah du ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Apakah hukum aqiqah itu wajib atau sunnah ?

Sudah menjadi pengetahuan yang biasa, dalam persoalan fikih akan sering dijumpai perbedaan dari pendapat kalangan para ulama fikih, terutama dari ulama fikih empat Mazhab.

Begitu juga dalam persoalan menentukan hukum aqiqah. Bagi seorang muslim, dengan berpegang pada pendapat yang diamalkan oleh mayoritas ulama fikih insya Allah lebih menyelamatkan dari kekeliruan.

Dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda berikut:

“ Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama” ( HR. Abu Daud no. 2838, An-Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ).

Pendapat dari mazhab ini memahami bahwa makna “tergadaikan” adalah anak tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sebelum ia diaqiqahi.

Aqiqah Wajib atau Sunnah

Sementara Mazhab Hanafi berpendapat jika aqiqah dibolehkan di hari ke-7 dair kelahiran anak, setelah memberi nama, mencukur rambut kepala, dan membagikan sedekah. Beberapa ulama juga ada yang mengatakan jika anak tersebut diaqiqahi sebagai ibadah tambahan  dengan niat bersyukur atas nikmat Allah.

Selain itu Mazhab Maliki berpendapat, jika menunaikan aqiqah hukumnya mandub. Hukum Mandub ini derajatnya berada di bawah hukum sunnah, (Syarh al-Kabir, ad-Dardir, 2/126).

Adapun ulama fikih mazhab zahiri semisal Daud bin Ali dan Ibnu Hazm, keduanya berpendapat jika aqiqah hukumnya adalah wajib, (Al-Muhalla, 6/234. Al-Majmu’, 8/447. Al-Mughni, 9/459). Namun, pendapat ini tidak banyak diamalkan oleh para ulama.

Dengan demikian tentang apakah Aqiqah Wajib atau Sunnah, dari beberapa pendapat dari ulama fikih dapat diketahui. bahwa yang menyatakan jika hukum aqiqah itu sunnah muakkad merupakan pendapat yang banyak dipegang oleh mayoritas ulama mazhab.

 

Semoga Bermanfaat

———————————–

Untuk anda yang sedang mencari hewan yang baik untuk dijadikan aqiqah si kecil tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang, anda tidak perlu khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu untuk datang langsung ke pasar hewan dan memilihnya sendiri. Sekarang ada Aqiahbrawijaya yang siap membantu anda dalam menyiapakan keprluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang, Hubungi Kami :

0852-3226-0853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *