Apakah Aqiqah Harus dengan Kambing?

Apakah Aqiqah Harus dengan Kambing?

Bagaimana hukumnya jika aqiqah selain dengan kambing ? apakah Aqiqah harus dengan kambing ?. pertanyaan ini memeanglah banyak ditanyakan. Tetapi sebelum itu kita sebaiknya tahu apa itu aqiqah itu sendiri. Dalam Bahasa Indonesia Aqiqah atau akikah mempubyai arti “memotong” yang berasal dari bahasa arab “al-qat’u” . Menurut istilah sendiri, aqiqah merupakan proses kegiatan menyembelih hewan ternak di hari ketujuh setelah kelahiran sang buah hati.

Dalam agam Islam aqiqah hukumnya adalah sunah. Dalam sunahnya dicontohkan untuk menyembelih kambing atau domba berjumlah sesuai dengan apakah anaknya laki-laki dan/atau perempuan.

Apakah Aqiqah Harus dengan Kambing?

Para ulama mempunyai pendapat yang berbeda tentang kebolehan untuk mengganti kambing dengan hewan lain. Namun, secara umum kebanyakan membolehkan asalkan dari jenis hewan yang sama sebagaimana untuk qurban, yaitu an-na’am, seperti unta, sapi, dan kambing.

Sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah itu hanya boleh dengan kambing saja dan tidak boleh dengan sapi atau unta. Sebagian ulama dengan mazhab Al-Malikiyah, Ibnu Hazm yang mewakili madzhab Dzahiri, dimana keduanya mengacu ijtihad Aisyah radhiyallahuanha.

Sebagaimana yang telah disebukan, ada perbedaan riwayat di kalangan mazhab Al-Malikiyah antara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Pendapat yang lebih lemah mengatakan bahwa tidak boleh beraqiqah dengan selain kambing.

Disebutkan di hadits, dari Yahya bin Yahya, mengabarkan kepada kami Husyaim, dari ‘Uyainah bin Abdirrahman, dari ayahnya, bahwa Abu Bakrah telah mendapatkan anak laki-laki, bernama Abdurrahman, dia adalah anaknya yang pertama di Bashrah, disembelihkan untuknya unta dan diberikan untuk penduduk Bashrah, lalu sebagian mereka mengingkari hal itu, dan berkata: ”Rasulullah SAW telah memerintahkan aqiqah dengan dua kambing untuk bayi laki-laki, dan satu kambing untuk bayi perempuan, dan tidak boleh dengan selain itu.

Diperbolehkan dengan selain kambing

Sedangkan pendapat yang memperbolehkan merupakan pendapat jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, As-Syafi’iyah, dan Al-Hanabilah. Sedangkan di kalangan mazhab Al-Malikiyah, ada perbedaan riwayat diantara yang membolehkan dan yang tidak membolehkan. Mereka sepakat dibenarkannya penyembelihan aqiqah dengan selain kambing, yaitu sapi atau unta.

Salah satu dasarnya karena sapi dan unta juga merupakan hewan yang biasa digunakan untuk ibadah, yaitu untuk qurban dan hadyu. Karena itu, diperbolehkan bila menyembelih aqiqah dengan hewan yang lebih besar dan lebih tinggi harganya, selama itu masih termasuk hewan persembahan.

Dari Imam Ibnul Mundzir diperbolehkan aqiqah dengan hewan selain kambing, dengan alasan:

“Bersama bayi itu ada aqiqahnya, maka sembelihlah hewan, dan hilangkanlah gangguan darinya.” (HR. Bukhari)

Menurutnya, dalam hadits ini tidak menyebutkan kambing, tapi hewan secara umum, jadi diperbolehkan dengan selain kambing.

Ibnul Mundzir menceritakan, bahwa Anas bin Malik melkukan aqiqah untuk anaknya dengan unta. Dari Al-Hasan, berkata bahwa Anas bin Malik radhiyallahuanhu juga menyembelih seekor unta untuk aqiqah anaknya.

Hal ini dilakukan juga oleh shahabat yang lain, yaitu Abu Bakrah radhiyallahuanhu. Beliau pernah menyembelih seekor unta sebagai aqiqah anaknya dan dengannya memberikan makan penduduk Bashrah.

Semoga Bermanfaat

———————————–

Aqiqah Brawijaya.

Untuk Informasi Pemesanan Paket Aqiqah Kediri, Paket Aqiqah Jombang Hubungi Kami :

0852-3226-0853

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *