Apa itu Aqiqah dan Hukumnya

Setiap anak yang baru lahir dalam agama Islam, sunnah hukumnya aqiqah. Tetapi, ada perbedaan tata cara aqiqah anak perempuan dan laki-laki. Seperti apa?

Aqiqah sendiri merupakan sebutan untuk rambut yang berada di kepala si kecil ketika dia lahir. Sedangkan berdasarkan istilah aqiqah artinya sesuatu yang disembelih ketika menggundulkan kepala si kecil.

1. Hukum Menunaikan Aqiqah

Berdasarkan dari kitab ‘Hasyiyatus Syarqowi ala Thullab bi Syarhit Tahrir’ oleh Syekh Syarqowi, hukum melakukan aqiqah adalah sunnah muakkad. Tapi, hal ini bisa menjadi wajib jika telah dinazarkan sebelumnya.

2. Tujuan Menunaikan Aqiqah

Aqiqah itu sendiri bertujuan untuk menghilangkan gangguan si kecil, sehingga fisik dan akhlaknya tumbuh dengan baik. Selain itu juga, tujuan untuk bersedekah dalam hukum aqiqah bisa terlaksana.

Hal ini berdasarkan dari hadist riwayat Bukhari yang artinya:

“Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pada setiap anak laki-laki yang lahir harus diaqiqahi, maka sembelih lah aqiqah untuknya dan hilangkan gangguan darinya”

3. Tata Cara Melakukan Aqiqah

Tata cara melkukan aqiqah adalah dengan dilakukan pada hari ketujuh. Bila aqiqah belum terlaksana karena terdapat beberapa uzur, bisa dilakukan pada kelipatan tujuh selanjutnya.

Selanjutnya Proses penyembelihan disunnahkan dilakukan ketika fajar menyingsing. Untuk syarat jumlah kambingyang disembelih, yaitu dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan dengan kondisi sehat dan tidak cacat.

Tetapi, diperbolehkan juga mencukupkan diri dengan seekor kambing bagi anak laki-laki. Namun, bila waktu dianjurkannya melakukan aqiqah yaitu dihari ketujuh keadan keluarga dalam keadaan fakir, maka tidak diperintahkan untuk aqiqah.

Sedangkan, ketika waktu sunah melakukan aqiqah pada hari ketuju keluarga dalam keadaan berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi perintah bagi orang tuanya.

Alhasil, hukum untuk melakukan aqiqah setelah dewasa menjadi gugur karena merupakan tanggung jawab daro orang tua dan bukan anak. Terlebih lagi, hukum aqiqah berlaku saat memasuki waktu yang dianjurkan yaitu keadaan keluarga saat si kecil berusia 7 hari.

Untuk anda yang mencari hewan yang baik untuk dijadikan aqiqah sang buah hati tentu butuh waktu yang cukup lama. Tenang, anda tidak perlu khawatir walaupun anda tak punya cukup waktu untuk datang langsung ke pasar hewan dan memilihnya sendiri. Sekarang ada Aqiahbrawijaya yang siap membantu anda dalam menyiapakan keprluan aqiqah anda untuk membuat momen anda dan si kecil lebih sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *